Warnet, Apakah Telah Tiba Ajalnya??

Baru beberapa minggu mengelola warnet, ternyata keadaannya tidak seperti yang diharapkan. Pendapatan rata-rata warnet terutama yang murni warnet tanpa game online begitu terasa penurunannya. Hal ini terasa untuk kota-kota besar, dimana persaingan bisnis warnet begitu gencar.

Keberadaan warnet terutama di kota Bandung sangat ketat persaingannya. Dalam jarak 100 meter bahkan ada sampai 2 atau 3 warnet. Harga yang ditawarkan pun saling bersaing. Rata-rata biaya penggunaan jasa warnet 2500-3000 per jam-nya.

Baca juga tulisan di portal berita inilah.com yang membahas tentang makin meredupnya bisnis ini terutama di kota-kota besar. Saat ini sudah banyak provider seluler yang memberikan layanan internet sampai ke rumah hanya lewat modem dengan harga terjangkau. Belum lagi karena ramainya jejaring sosial, saat ini sudah bisa hanya dengan menggunakan handphone untuk mengaksesnya.

Silakan berpikir ulang… bukannya menakuti loh…

Malang atau Beruntung, Aku Tidak Tahu…

Alkisah, zaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorag anaknya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang yang tidak seberapa luasnya. Pada suatu hari, kuda Pak Tani satu-satunya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata, “Wahai Pak Tani, sungguh malang nasibmu!” Pak Tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung, aku tidak tahu.”

Keesokan harinya, ternyata kudaPak Tani tersebut kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera saja ladang Pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang-orang dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni  “koleksi” kuda-kuda tersebut dengan kagum. Para pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanyamenyisakan satu kuda liar untuk berkebun membantu kuda tuanya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa ini berkata, “Wahai Pak Tani, sungguh beruntung nasibmu!” Pak Tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung, aku tidak tahu…”

Keesokan harinya, anak Pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakkan kuda barunya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat sehingga pemuda itu jatuh dan patah kakinya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa ini berkata, “Wahai Pak Tani, sungguh malang nasibmu!” Pak Tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung, aku tidak tahu…”

Pemuda itu pun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulangnya yang patah bisa pulih kembali. Keesokan harinya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak Pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang kampung berurai air mata melepas putra-putranya bertempur, dan berkata, “Wahai Pak Tani, sungguh beruntung nasibmu!” Pak Tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung, aku tidak tahu…”

Fokus dalam Berbisnis

Fokus.. kata ampuh dalam berbagai bidang yang menyatakan keseriusan dalam menggapai sesuatu. Tertuju dengan jelas tanpa terganggu oleh berbagai godaan atau halangan. Kata fokus yang mengantarkan para pemimpin, entrepreneur, dan orang-orang bervisi lainnya menuju kesuksesan.

Saat masih kuliah pernah mendapat mata kuliah kapita selekta kebetulan yang mengisi adalah alumni Teknik Fisika ITB angkatan ’89. Kebetulan membahas tentang dunia kewirausahaan, uniknya beliau fokus pada bisnis “kotor” (kata pak Rama Royani yang mengajak beliau) yaitu bisnis kambing.

Andria Fajria nama beliau pernah bercerita. Beliau pernah bertanya-tanya kepada Pak Rhenald Kasali kalau beliau punya beberapa bisnis namun tidak terlalu baik hasilnya. Kemudian pak Rhenal Kasali meganalogikan seperti pohon mangga. Bila Pohon mangga daunnya rimbun maka buahnya menjadi sedikit. So, kenapa tidak dipangkas saja daun-daunan itu agar lebih sedikit, dan ternyata buahnya menjadi banyak. Artinya kita harus fokus dalam terjun di dunia bisnis, terutama di awal-awal.

Orang-orang yang masuk dalam deretan orang terkaya di dunia merupakan orang-orang yang fokus. Bisa kita lihat seperti Bill Gates yang fokus dengan Microsoft-nya, Jeff Bezos pendiri Amazon.com, dan sederetan orang-orang beken lainnya.

So, bagi kawan-kawan yang masih dalam tahap belajar atau awal-awal berbisnis sepertinya lebih baik fokus dulu mengembangkan yang bisnis  dimiliki. Seberat apa pun memang begitu lah dunia entrepreneur, penuh dengan lika-liku, ketidakpastian, dan tentu saja resiko.

Salam Dahsyat buat sahabat-sahabat..

Terjun Bebas di Dunia Entrepreneurship

DI saat orang-orang beramai-ramai mencari pekerjaan, mengikuti Job Fair, atau antri di berbagai perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil, ternyata masih ada sekelompok orang yang berani berbeda. Mereka adalah orang-orang yang kreatif, berani beresiko, penuh mimpi, dan segala keunikan lainnya.

Saya termasuk orang yang mencoba berkumpul dengan kelompok-kelompok unik ini. SUdah beberapa kali mencoba usaha kecil-kecilan namun gagal. Kali ini mencoba usaha warnet, namun ternyata hasil tak sebagus yang dikira bahkan sempat tertipu. Namun, inilah yang menjadi seni dalam dunia entrepreneur. Belajar bersabar, belajar berkorban lebih, terjatuh, dan bangkit kembali, mengumpulkan motivasi-motivasi untuk bertahan.

Ternyata dunia entrepreneur itu layaknya eksperimen di lab-lab. Mencoba-coba, kadang salah, kadang benar, di catat (rekam dalam ingatan), dicoba lagi. Siapa berani bereksperimen????