Abstraksi Tugas Akhir Saya

Lalu lintas kereta api merupakan sistem transportasi yang seringkali mengalami disturbance sehingga mengganggu proses penjadwalan dan kenyamanan perjalanan para pemakai jasanya. Masalah ini diharapkan dapat diselesaikan dengan merancang perangkat lunak yang dapat menyelesaikan proses re-scheduling agar diperoleh delay yang minimum.

Model yang diselesaikan adalah N-Tracked Railway Traffic Re-scheduling yang mengandung masalah Mixed-Integer Linear Programming (MILP) dan dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Branch and Bound. Metode ini cukup umum digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mengandung nilai integer. Algoritma pemrograman dibuat menggunakan software MATLAB 7.4 yang dikoneksikan ke PLC Twido sebagai simulator pengontrol gerakan wesel.

Hasil dari pengolahan model yang telah dibuat berupa Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) yang menggambarkan proses re-scheduling setelah terjadi disturbance. Indikasi keberhasilan lainnya antara lain mampu mengalokasikan jalur kereta api baru yang dapat mengurangi konflik antar rangkaian kereta api serta kemampuan meminimumkan delay total perjalanan kereta api saat tiba di tujuan akhir.

Kata kunci : Mixed-Integer Linear Programming (MILP), Branch and Bound, Disturbance, Re-scheduling, Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA)

Fisika Teknik ITB dan PLC

Kawan-kawan di jurusan teknik elektro, teknik mesin, teknik industri, mekatronik, dan tenik fisika tidaklah asing dengan barang yang namanya PLC. PLC (Programmable Logic Controller) merupakan suatu alat yang secara mendasar bekerja seperti PC (Personal Computer) namun lebih ditujukan sebagai pengontrol di lingkungan industri manufaktur maupun industri proses. Selain itu juga memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Kebetulan sekali jurusan saya (TF-ITB) hampir setiap tahun melaksanakan lomba PLC tingkat nasional. Lomba di tahun pertama diikuti sekitar 60 tim dari berbagai kampus, lalu tahun 2008 diikuti sekitar 120 tim, dan yang terakhir 2010 (berakhir hari ini 24 Februari 2010) diikuti sekitar 220 tim. Antusias peserta sangat luar biasa, dapat dilihat tiap diadakan jumlah peserta naik 2 kali lipat. Namun mirisnya di 2 tahun mengadakan lomba, FT-ITB tidak mampu bersaing dengan kampus lain.

Continue reading

Menciptakan Hentakan-Hentakan dalam Kehidupan

Salah satu ciri-ciri seseorang yang memiliki cita-cita besar, mimpi-mimpi besar, adalah orang yang menyukai tantangan. Orang-orang yang suka akan resiko, berani menciptakan hentakan-hentakan besar dalam hidupnya.

Rasulullah adalah contoh seorang manusia yang mampu menciptakan hentakan besar dalam hidupnya. Hentakan-hetakan itu semakin mengeras dan beresonansi sampai ke seluruh penjuru Arab hingga seluruh dunia. Hentakan hidup beliau sangatlah menyejarah hingga akhir dunia.

Para penemu ulung juga orang-orang yang berhasil menciptakan hentakan dalam hidupnya. Suara hentakan hidup mereka jauh lebih keras dari pada cacian, sikap meremehkan dari masyarakat yang skeptis akan cita-cita mereka.

Continue reading

Mengenang Cita-Cita

Ketika masih kecil, kita sering ditanya orang tua, tetangga atau pun kerabat tentang cita-cita ingin menjadi apa. Dan biasanya dengan tegas dan penuh percaya diri kita menjawab “Aku ingin menjadi dokter!”, atau “Aku ingin menjadi tentara!”. Memasuki jenjang SMP mulai ada kebimbangan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Memasuki masa remaja (SMA) semakin membuat diri kita gelisah dan terkadang melupakan cita-cita saat masih kecil. Lalu membuat cita-cita baru yang sangat berbeda dari sebelumnya. Belum lagi memasuki masa kelulusan SMA kemudian gagal memasuki perguruan tinggi yang diinginkan, maka semakin jauhlah cita-cita kita di masa lalu itu.

Memang pada kenyataannya kebanyakan dari kita ‘tidak berhasil’ mencapai cita-cita tersebut. Saat umur bertambah pikiran untuk menggapai cita-cita semakin bertambah. Muncullah cita-cita baru yang disesuaikan dengan keadaan kita dan menjadi semakin “realistis”. Beban-beban di masa dewasa terus terngiang di dalam pikiran kita. Tidak sebebas saat kita masih kecil dimana belum memiliki beban hidup yang dipikirkan.

Continue reading

Menikmati Belajar Tahsin (2)

Sudah 2 bulan lebih saya mengikuti program Tahsin Al-Qur’an di Maqdis, Alhamdulillah untuk Tahsin level 1 saya lulus dengan nilai baik. Sekarang telah memasuki level 2 (Tahsin 2). Adapun materi yang dibahas adalah tentang Makhrajul Huruf dan sifatnya. Tentu saja tetap dengan tujuan awal yaitu bagaimana membaca Al-Qur’an sesuai dengan tuntunan Hadits dan Al-Qur’an.

Apa sih makhrajul huruf itu? Makhrajul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf (hijaiyyah) yang menyebabkan perbedaan bunyi antara satu huruf tertentu dengan huruf lainnya. Apabila makhrajul huruf tidak sesuai bisa saja malah mengubah arti bacaan dalam Al-Qur’an yang kita baca. Pastinya kita tidak ingin itu terjadi kan?

Ayat-ayat Qur’an dan hadits motivasi belajar Tahsin kali ini:

Apabila kamu telah membacakannya (Al-Qur’an), maka ikutilah bacaannya itu. (Qs. Al-Qiyamah [75]: 18)

Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil. (Qs. Al-Muzammil [73]: 4)

Dari Ummi Salamah ra, bahwa sesungguhnya dia telah menyifati Rasulullah saw, (yaitu membaca dengan) memperjelas huruf demi huruf. (HR. Tirmidzi)