Perusahaan Yang Mengubah Dunia (Bagian 2 – Selesai)

Boeing (AS, 1916) Yang Lebih Cepat
Boeing telah memproduksi 12.000 pesawat jet komersial, ini berarti 75% dari pesawat terbang dunia. Didirikan oleh William E. “Bill” Boeing, mahasiswa teknik Yale, dan George Conrad Westerveld, ahli aeronautika, setelah terpesona oleh pesawat hasil karya Wright bersaudara (1903) yang pada 1910 dipamerkan di Los Angeles. Ia memberanikan diri terbang ketika hampir tak ada orang yang berani – “dan sebagian ingin menyaksikan pesawat jatuh,” kenang Bill.
Sebelumnya Bill dan George pernah menerbangkan pesawat Cutiss yang bersayap ganda, mengharuskan pilot dan penumpang duduk di sayap. Yakin bisa membuat yang lebih bagus, duet Bill dan George menyelesaikan pesawat B&W yang tinggal landas dan mendarat di air (seaplane).
Setelah menyelesaikan konstriksi dua pesawat, pada 15 Juli 1916 berdirilah Pacific Aero Products Company. Setahun kemudian diubah menjadi Boeing Airplane Company.
Sejumlah karyawan mulai bekerja, tapi pesawat tak kunjung laku. Bill menggunakan garansi pribadi untuk meminjam uang di Bank buat menggaji karyawannya. Salah satu karyawannya, Tsu Wong, insinyur Aeronautik lulusan MIT, imigran asal Cina. Tsu Wong lah yang mendesain Boeing Model C, juga sebuah seaplane. Akhirnya pihak AL AS membeli pesawat itu sebagai pesawat latih.
Laku selama perang, tapi ketika PD I berakhir, tak ada lagi pembeli. Boeing terpaksa membuat kapal, kotak ionograf, lemari, dan furnitur untuk toko.
Tahun 1920 Boeing mengmbangkan pesawat yang lebih besar untuk mengangkut surat. Bill sendiri yang menerbangkannya.Pada tahun 1927 muncul model 40A dan mendapat kontrak dari US Post Office untuk mengangkut surat dari San Fransisco ke Chicago PP. Pesawat dilengkapi radio dua arah ciptaan Thorpe Hischock, adik ipar Bill.
Usaha pengiriman dikelola sendiri dibawah bendera Boeing Airline Transport (BAT). Ternyata rute pos membuka peluang bagi penumpang. Setahun pertama beroperasi, BAT telah menerbangkan 2000 penumpang. Tahun 1929, Boeing meluncurkan Model 80 Biplane, pesawat penumpang kapasitas 12 orang.
Lagi-lagi perang memberi berkah. Di masa PD II militer AS membeli pelbagai tipe pesawat. Yang paling masyhur adalah B-29 Startofortress yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, Agustus 1945.
Perang berakhir dan Boeing telah membuat pesawat bermesin jet yang mampu terbanglintas Atlantik. Boeing 707 dislogankan American Airlines “Terbang dari pantai ke pantai Amerika dalam waktu tempuh lima jam saja, sementara kereta api memerlukan 4 hari. Harga per untinya AS $ 5 juta, dalam setahun mampu mengangkut penumpang yang jumlahnya sama dengan yang diangkut oleh Kapal Laut Queen Mary yang harganya AS $ 30 juta – dengan bahan bakar sepersepuluhnya.”
Boeing 707 dengan 4 mesin, berkapasitas 156 penumpang, itu juga lebih cepat dari pesawat sekelas pada masanya, menerbangi New York – London dalam enam jam, sementara pesawat lain 12 jam.
Jumbo Jet 747 yang lahir sejak 1969 adalah buah sukses selanjutnya, sampai 2008 muncul 787 Dreamliner yang diklaim sangat efisien.

Disney (AS, 1923) Sang Penghibur Dunia
Sementara itu di Chicago sekitar tahun 1920-an, Walter Elias Disney sibuk menawarkan gambar-gambar kartun karyanya. Ada yang diganti dengan cukur rambut gratis, ada pula slide yang dibeli agen periklanan Kansas City.
Pada tahun 1923, Walt menyusul kakaknya, Roy, seorang salesman mesin penyedot debu. Ia menggambar dalam kartun rekaan di atas slides sehingga disusun menjadi cerita, memainkannya di sebuah tempat sewaan yang disebut The Disney Brothers Cartoon Studio. Hanya sesekali pengunjung datang., nama studio pun diubah menjadi Walt Disney Studios.
Tokoh tikus mengilhaminya saat Walt Disney berkereeta api pulang dari New York. Ia buat cerita dengan tokoh utama Mickey tikus. Sebuah film kartun tanpa suara, hanya “ilustrasi musik” sumbangan dari Roy untuk menyewa pemukul alat-alat dapur dan pemain xylophone. Di Hollywood film itu ditolak. Tapi saat diputar perdana di New York, 19 September 1928, sambutannya meriah. Walt pun menjadi semangat untuk terus membuat cerita. Sampai tahun 1929 ia telah membuat 15 seri petualangan Mickey.
Walt Terbilang aktif mengadopsi teknologi untuk memperkuat karyanya. Bukan hanya episode Mickey, tapi juga cerita lain seperti “Cinderella”, ” Peter Pan”, “Treasure island”, “Swiss Robinson Family”, dsb. Sampai tahun 1990-an Disney berkembang menjadi raksasa industri film pencetak box office. “The Lin King” (1994) misalnya, tercatat sebagai film kartun dengan pendapatan terbesar. Tak hanya film kartun, lewat perusahaan Pixar mereka juga memproduksi “Pirates of Carribean”, “Dead Man’s Chest”, dll yang menghasilkan lebih dari AS $ 1 miliar.

Unilever (Inggris/Belanda, 1930) Ada Di Setiap Rumah
Kakak beradik Willian Hesketh dan James Lever memang berasal dari keluarga pedagang yang pada tahun 1885 membeli pabrik kecil pembuat sabun di Warrington, Inggris. Mereka menambahkan gliserin dan minyak tanaman bagi produksi baru mereka, Sabun Sunlight. Mereka ingin mengajarkan prinsip hidup bersih kepada masyarakat, memperingan pekerjaan perempuan, sekaligus berkontribusi pada penampilan diri. Usaha berkembang, pada tahun 1888 mereka membangun pabrik besar di Bromborough Pool di Semenanjung Wirral yang kemudian diberi nama Port Sunlight. DAri sinilah muncul produkyang kemudian mendunia seperti Lifebuoy, Lux, dan Vim.
Di sekitar PD I, Lever bersaudara mengembangkan usaha produksi mentega. Itu terutama disebabkan oleh membanjirnya pasokan minyak kelapa sawit dari Kongo dan Kep. Solomon sebagai bahan baku. Pada tahun 1922, perusahaan yang sudah go public mengakuisisi Walls, perusahaan es krim terbesar di Inggris.
Pada tahun 1925 William Hesketh Lever meninggal, tapi usaha tetap jalan. Persaingan dengan perusahaan mentega Belanda Margarine Unie malah diakhiri dengan kerjasama. Terbentuklah nama baru, Unilever, pada 1930.
Kini Unilever konglomerat dengan nilai AS$ 50 miliar dengan 180.000 pegawai di seluruh benua, memproduksi ratusan produk yang ada di hampir semua rumah tangga dunia.

Volkswagen (Jerman, 1938) Buah Perintah Hitler
Di kancah industri mobil, Jerman juga negeri yang utama. Volkswagenwerk AG – arti harfiahnya perusahaan mobil rakyat – berdiri atas inisiatif Adolf Hitler. Setelah meresmikan Berlin Motor Show (1936) ia memerintahkan pencipta mobil Porsche, DR. Ferdinand Porsche, untuk mendesain mobil rakyat. Hitler ingin menyaingi Amerika yang rasio kepemilikan mobilnya 1:5. Jerman waktu itu 50:1, setiap 50 orang ada 1 mobil.
Mobil itu harus efisien, harganya tidak lebih dari 1000 Reichsmark (AS $ 140 ketika itu), kuat, dan kalau dipakaisecara massal akan seperti kumpulan kumbang.
Ketika Berlin Motor Show digelar, prototipe mobil yang dikehendaki Hitler sudah terpajang.Sng Fuehrer yakin, mobil itu sebuahkombinasi antara kekuatan dan kegembiraan bagi pemakainya. Tapi tokoh automotif Inggris Lord Rotes berkomentar sebaliknya,”Mobil ini jelek bentuknya,suaranya pun terlaluberisik. Dia tak akan laku dijual.
Perang meletus. Proyek mobil rakyat Hitler terhenti. Bahkan akhirnya Jerman kalah. Untung ada permintaan mendadak dari penguasa inggris di Wolfsburg akan 20.000 mobil seraya menyetorkan 20 juta Mark sebagai modal kerja. Produksi pun berlanjut. Bahkan pada 1947, saat produksi bulanan mencapai 1.003 unit, Volkswagen tipe Satuuntuk pertama kalinya di ekspor ke Belanda.
Tahun 1960-an mulai di ekspor ke AS. Rupanya anak muda Amerika sangat menyukai mobil kuat yang mesinnya di belakang dan berbentuk seperti kumbang itu. Di AS lah sebutan VW Beetle itu didengungkan.
Tahun 1972, Beetle merupakan mobil terlaris di dunia, mengalahkan Ford Model T yang legendaris. PAda tahun 1978, nomor urut produksi di Wolfsburg menginjak angka 16.255.500 unit. Dibangunlah pabrik-pabgrik di Australia, Meksiko, dan Nigeria. Dibuat pula pelbagai varian seperti kombi dan sedan mesin di depan seperti Passat dan GOlf. Tahun 1978 Beetle tak lagi di produksi, hingga pasar “memanggil” lagi pada akhir 1990-an dengan New Beetle yang tak lagi menganut “ideologi” mobil rakyat. Bagaimanapun, tak ada orang yang tak kenal VW Beetle, juga bangsa kita di pelosok yang mengenalnya sebagai VW Kodok.

Nokia (Finlandia, 1967) Yang Menghubungkan Orang
Tahun 1865, ketika 15% penduduk Finlandia terancam kelaparan karena musim dingin yang panjang, insinyur tambang Fredrik Idestam sedang semangat mengembangkan metode baru pembuatan kertas di pabriknya. Sukses, maka pabrik pun dipindah ke kota Nokia di tepi sungai Nokianverta yang sangat bagus untuk diolah menjadi sumber listrik energi air (PLTA). Pada 1871 Idestam mengganti nama pabriknya menjadi Nokia Ab.
Pada tahun 1902 bergabunglah pabrik karet dan pabrik kabel negara. Perusahaan ini berkembang seiring dengan meningkatnya kemakmuran negara-negara Skandinavia. Ekspornya merata di seantero Eropa, dan bertahan menjadi perusahaan yang amat dikenal. Tahun 1967, perusahaan bergabung menjadi satu wadah: Nokia Corporation. Dibawah pimpinan Kari Kairamo yang diangkat tahun 1974, perusahaan berkembang pesat. Tak hanya diversifikasi, tapi juga akuisisi dan kerjasama dengan banyak perusahaan Eropa. Unit produksi kabel telah mengembangkan radio VHF untuk komersial maupun keperluan militer, bekerjasama dengan perusahaan televisi Salora Oy.
Tahun 1979 mendirikan pabrik telepon radio Mobira Oy, dan tahun 1981 mengawali roaming internasional telepon bergerak dengan perusahaan Nordic Mobile Telephone. Nokia membeli Salora Oy pada 1984, dan pada tahun yang sama meluncurkan Mobira Talkman, telepon portabel pertama di dunia. Antara 1970 dan awal 1980-an perusahaan ini juga mengembangkan sistem telepon dari analog menjadi digital.
Tahun 1987 muncul Mobira Cityman, telepon genggam portabel. Cikal bakal ponsel ini mula-mula beratnya 600 gram, harganya 3000 poundsterling. Tapi langsung laris karena menjadi simbol status orang kaya di London dan kota-kota besar lainnya.
Ekspansi yang gila-gilaan mengacaukan keseimbangan keuangan perusahaan. Kairamo bunuh diri (1987). Penerusnya Jorma Ollila, memilih berkonsentrasi ke telekomunikasi, menjual usaha lain yang tidak “nyambung” dengan telekomunikasi. Ia juga mengembangkan sistem GSM. Aturan di Eropa mempermudah pengembangan Nokia. Pada tahun 1991 panggilan telepon GSM pertama kali dilakukan oleh Presiden Finlandia Harri Holkeri melalui jaringan Nokia. Ketika penggunaan ponsel meledak di Eropa, Nokia berada di depan. Demikian pula ketika menjangkau Amerika, Asia, bahkan Afrika.
Pada tahun 2006 berganti pimpinan dari Jorma Ollila ke Olli-Pekka Kallasvuo, mengantarkan Nokia memperoleh revenue setara dengan total pendapatan negara Finlandia. Pada tahun 2007 merger dengan perusahaan telekomunikasi dan peralatan elektronik Jerman Siemens, khususnya dalam jaringan dan pengangkutan. Nokia pun kian meraksasa. Dari negeri yang jumlahnya hanya 5 juta jiwa, Nokia menghubungkan hampir semua manusia di dunia.

The Body Shop (Inggris, 1976) pelopor Konsumerisme Etis
Anita Perrilli Roddick membuka toko Body Shop karena ingin memenuhi kebutuhan orang akan sabun dan sampo dalam ukuran kecil. Syukur-syukur dari bahan yang tidak berbahaya. Ia mengubah garasi rumahnya di Brighton, Inggris, dan menjual 15 produk dari bahan-bahan alami.
Jualan yang suksel memantapkan niatnya untuk berbisnis sambil menularkan gagasan etis: produk yang berasal dari alam, pembungkus dari material daur ulang, dan kejujuran dalam mengelola usaha. Anita tidak pernah berkompromi soal ini. Nyatanya, usahanya berkembang ke seluruh dunia. Ketika merasa saatnya berhenti mengurusi, Anita pun mundur sebagai CEO pada 1998. Perusahaan terus berjalan dengan manajemen profesional, hingga dijual ke L’Oreal pada tahun 2006 dengan nilai 652 juta poundsterling (11 triliun rupiah). Setahun kemudian Dame Anita Roddick meninggal dunia.

CNN (AS, 1980) Yang Ingin Meliput Dunia
Tentang CNN, tak ada stupun dari pembaca yang tidak tahu televisi pelopor siaran berita langsung 24 jam ini. Dimiliki oleh Ted Turner, mengudara perdana pada pukul 5 sore 1 jJuni 1980. Disiarkan langsung dari studionyadi pinggir kota Atlanta. “All the news, all the time” kata pengusaha yang pernah menikah dengan aktris Jane Fonda ini.
Televisi itu berusaha untuk hadir di setiap peristiwa. Kalaupun tidak bisa, ia bekerjasama dengan televisi lokal. “Being there, ada di setiap peristiwa” adalah kalimat sakti yang menjadi ideologi CNN.
Enam tahun CNN berjalan, Turner membeli perusahaan film MGM/United Artist Entertainment (1986). Lantas meluncurkan saluran kartun televisi Turner Network Television. Pada tahun 1996 Turner menggabungkan CNN dengan Time Warner.
Saat berulang tahun ke 25, tahun 2005 lalu, Cable News Network sudah meliput ke seluruh dunia, disaksikan oleh lebih dari seperempat penduduk Bumi. CNN.com menjadi situs paling populer sejagat.

Google (AS, 1998) Yang Paling Populer
Larry Page dan Sergey Brin sementara cuti setelah menyelesaikan sekolah pascasarjana di Stanford University,1995. Nama google diambil dari permainan kata untuk menunjuk angka 1 yang diikuti 100 nol, “gogool”.
Muncul belakangan sesudah sistem pencarian hiperteks semacam “Archie”, “Veronica”, “Jughead”, “Gopher”, atau “Excite” yang berbasis web. Google berkembang setelah dimodali oleh Andreas von Bechtolsheim, salah satu pendiri Sun Microsystem, yang juga gagal meneruskan program doktor di Stanford. Cek AS $ 1000.000 dia tujukan ke Google Inc. yang waktu itu belum berdiri. Brin dan Page pun bergegas ke bank untuk membuka rekening atas nama Google Inc. Mereka juga membuat akun Internet dengan nama google.com.
“Bisnis Informasi” Google yang dilandasi misi “Mengelola informasi dunia dan membuatnya bermanfaat dan bisa diakses oleh siapa saja” itu pun berjalan.
Mengindeks 1,6 miliar pada tahun 2001 dan 2,4 miliar pada tahun 2004. Pada tahun itu juga menjual saham ke publik dengan kapitalisasi pasar senilai AS$ 23 miliar.
Pada tahun 2005 meluncurkan Google Earth, pada 2006 mengambil alih Youtube, dan DoubleClick pada tahun berikutnya. Memiliki “tenaga kerja” di seluruh dunia yang menerjemahlan Google dalam pelbagai bahasa, sehingga tercipta istilah googling untuk menunjuk kegiatan pencarian dokumen melalui Google. Tiap bulan 80 juta orang mengaksesnya.

(Sumber: Intisari edisi September 2009)

One thought on “Perusahaan Yang Mengubah Dunia (Bagian 2 – Selesai)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s