Avatar Movie, “Antara Nasib Rakyat Papua dan Bangsa Na’vi”

Film ini mengisahkan tentang Jake Sully, seorang mantan anggota militer yang lumpuh akibat perang, dimana ia dipilih untuk mengikuti program “avatar” untuk menggantikan saudara kembarnya yang meninggal. Avatar disini (mungkin kata ini biasa di gunakan saat menggunakan messenger tertentu, menggambarkan ciri orang tertentu melalui gambar katun wajah) merupakan media untuk mempelajari dunia bangsa Na’vi, penduduk asli yang mendiami Pandora. Jadi, manusia bisa mengendalikan avatar berupa makhluk seperti bangsa Na’vi melalui pikiran. Bernapas dan sanggup hidup seperti mereka.

Pandora sebenarnya adalah sebuah bulan yang mengorbit planet gas raksasa yang bernama Polythemis. Pandora adalah bulan ekstraterestrial yang rindang dengan kehidupan yang unik – banyak makhluk cantik, tetapi banyak juga yang mengerikan. Pandora sendiri merupakan rumah bagi para Na’vi yaitu makhluk ras humanoid yang primitif dan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan manusia biasa, memiliki tinggi 3 meter dan berkulit biru. Para Na’vi ini hidup secara harmonis di dunia mereka yang masih murni.

Ciri paling penting Pandora adalah atmosfer berbasis amonianya. Manusia dapat bertahan di permukaan Pandora tanpa alat pelindung, namun mereka memerlukan persediaan oksigen atau mereka akan tewas. Ciri penting lain yang mengundang manusia datang ke tempat ini adalah mineral langka yang disebut “Unobtainium”. Unobtainium memproduksi gaya magnetik yang kuat dan vital untuk memproduksi komponen kapal angkasa Bumi yang maju. Sementara Unobtainium sangat langka di Bumi, jumlah Unobtainium sangat banyak di Pandora. Unobtanium inilah yang menjadi bahan incaran manusia sehingga untuk mendapatkannya sampai-sampai merusak alam bahkan kehidupan bangsa ini yang sebenarnya hanya ingin membela diri.

Singkatnya, setelah beberapa bulan mempelajari dunia bangsa Na’vi, Jack Sully dipercaya dan dinobatkan sebagai bagian dari bangsa Na’vi. Kebetulan pula ia ternyata juga jatuh cinta kepada wanita muda bangsa Na’vi yaitu Neytiri. Namun, setelah lama mempelajari dunia mereka Jack merasa ada yang salah dengan perlakuan manusia terhadap bangsa ini. Bangsa Na’vi hanya ingin mempertahankan tanah mereka dari gangguan asing. Tampak sekali kerusakan yang dibuat manusia hanya untuk memperoleh Unobtanium itu. Hutan-hutan rusak, tempat suci bangsa ini juga dihancurkan karena diperkirakan terdapat Unobtanium dibawahnya. Akhirnya Jack Sully malah berbalik arah untuk melawan militer yang memiliki senjata modern yang telah menghancurkan rumah salah satu suku bangsa Na’vi, dengan menggabungkan seluruh suku di seluruh Pendora ia memimpin bangsa Na’vi melawan pasukan militer ini. Terjadilah perang besar antara bangsa Na’vi yang ingin membela tanahnya dengan pasukan militer modern manusia.

Yang menarik buat saya adalah, kejadian dalam film ini sama saja dengan yang terjadi di dunia kita saat ini. Manusia-manusia kapitalis serakah yang hanya mengharapkan keuntungan semata dengan serta-merta merusak daerah-daerah yang masih hijau. Belum lagi sampai mengambil dan merampas hak masyarakat atau penduduk yang berada di wilayah itu. Digambarkan mirip sekali mereka menggunakan pasukan keamanan atau militer “bayaran” seperti kenyataannya saat ini. Sudah rahasia umum sumber daya alam (rempah-rempah zaman penjajahan Belanda, minyak, dll) menjadi perebutan bangsa-bangsa dari dulu hingga sekarang, bahkan tidak segan-segan menggunakan cara militer yaitu perang.

Lebih-lebih di negeri kita Indonesia. Saya seperti melihat rakyat Papua hanya menginginkan keadilan, tanah mereka yang kaya dijajah dan dijarah habis oleh kaum kapitalis serakah. Ketidakadilan terhadap mereka mungkin menjadi pemicu kemarahan rakyat Papua. Saat uang milyaran dolar dihasilkan dari pertambangan itu, ternyata rakyat Papua masih banyak dalam keadaan bodoh, miskin, tanpa pendidikan, bahkan penambang cenderung merusak tanah airnya. Mungkin mereka “kaum kapitalis” akan paham jika mereka memiliki avatar seorang rakyat Papua, merasakan menjadi penduduk asli pedalaman Papua.

Foto diambil disini

2 thoughts on “Avatar Movie, “Antara Nasib Rakyat Papua dan Bangsa Na’vi”

  1. tak punya pikiran , keindahan alam di rusak karna keserakahan yang diperbuat oleh manusia ,yang hanya mementingkan diri sendiri dan kekayaan duniawi yang dapat menghancurkan masa depan orang lain,kehidupan,hak-hak, dan terkhir adalah merusak tempat tinggal mereka

    • ya selama tidak berlebihan tidak masalah.. karea Tuhan menciptakan alam juga untuk dinikmati manusia..
      listrik, air, kendaraan, rumah dll semuanya juga diambil adri alam kan? kecuali kalau anda mau tinggal di tengah hutan tanpa semua itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s