“Apa Sih Korupsi Itu?”

Kalau ingin menang perang maka kenali dulu lawan kita. Korupsi merupakan musuh bersama, maka kita kenali terlebih dahulu. Apabila dipikir-pikir, yang namanya korupsi dipandang dari berbagai sudut apa pun, baik agama maupun hukum merupakan tindakan yang salah, karena merugikan negara dan merugikan orang lain.

Karena korupsi maka:

  1. Penegakan hukum dan layanan masyarakat menjadi amburadul

    Lalu lintas sepertinya bias menjadi contoh yang pas. Mulai dari mengurus SIM sampai sidang kasus tilang, masih banyak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ujung-ujungnya duit dan kekuasaan yang berbicara.

  2. Pembangunan fisik terbengkalai

    Lihat saja banyak sekali bangunan dan jalan-jalan yang baru saja di bangun cepat sekali rusak. Bisa jadi, bhakan bias dikatakan pasti akibat korupsi. Penggunaan kualitas yang tidak sesuai dan duitnya akhirnya ditilep hingga proyek yang sebenarnya tidak perlu (berapa banyak bangunan umum tidak dipakai). Akhirnya bukannya berguna untuk masyarakat tapi malah membuat kita semua jadi jengkel.

  3. Prestasi menjadi tidak berarti

    Sudah hampir pasti orang yang berprestasi dan berkompeten harusnya menduduki jabatan tertentu. Tapi karena jiwa korup sudah mendarah daging di kantor tersebut, maka duitlah yang bermain. Akhirnya yang tidak becus yang memimpin.

  4. Demokrasi tidak berjalan

    Gara-gara politisi yang korup maka kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi jadi luntur. Bisa jadi kasus korupsi menyebabkan besarnya angka golput.

  5. Ekonomi hancur

    Tidak efisien. Ingin apa saja harus menyogok, ingin membuka usaha, yang kecil minggir maka yang besar dan punya uang yang lancer menjalankan usahanya. Ini yang membuat orang asing malas menanamkan modalnya di Indonesia. Bertambah susah saja bagi yang ingin mencari kerja.

Menurut asal kata korupsi berasal dari kata berbahasa latin, corruptio. Kata ini sendiri punya kata kerja corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok.

Menurut Transparency international, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau pegawai negri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Sedangkan menurut hukum di Indonesia, ringkasnya dikelompokkan menjadi:

  1. Kerugian keuangan Negara
  2. Suap-menyuap
  3. Penggelapan dalam jabatan
  4. Pemerasan
  5. Perbuatan curang
  6. Benturan kepentingan dalam pengadaan
  7. Gratifikasi (pemberian hadiah)

Jenis-jenis korupsi (sebagian saja yang ditulis):

  1. Mencari untung dengan cara melawan hukum dan merugikan Negara

    Misalnya bapak kamu seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum. Dalam sebuah proyek membangun jembatan untuk umum, ternyata bapak kamu mengurangi jatah semen yang seharusnya dikeluarkan dan duitnya ternyata masuk ke kantong. Di kertas ditulis 1000 semen padahal hanya 500 semen yang dipakai. Bapakmu itu korupsi!

  2. Menyalahgunakan jabatan untuk mencari untung dan merugikan negara
  3. Menyuap pegawai negri
  4. Memberi hadiah ke pegawai negri karena jabatannya
  5. Pegawai negri menerima suap
  6. Memberi sogokan ke pegawai negri karena jabatannya
  7. Menyuap hakim

    Sudah banyak contoh di televisi. Sepertinya sudah menjadi tontonan sehari-hari.

  8. Menyuap advokat
  9. Hakim dan advokat menerima suap
  10. Pegawai negri menyalahgunakan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang
  11. Pegawai negri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi
  12. Pegawai negri mengancurkan bukti
  13. Pegawai negri membiarkan orang lain merusak bukti
  14. Pegawai negri membantu orang lain merusak bukti
  15. Pegawai negri memeras

    Tetangga kamu adalah seorang prgawai kelurahan. Pada saat seseorang hendak mengurus KTP, tetangga kamu mengaku ke orang lain kalau biaya yang dibutuhkan adalah Rp 50.000,- padahal menurut aturan kurang dari itu. Maka tetangga kamu itu korupsi!

  16. Pegawai negri memeras pegawai negri lain
  17. Pemborong curang

    Tetangga kamu adalah tukang yang disewa pemerintah untuk membangun gedung jembatan. Dalam perjanjian ia mengatakan menggunakan semen dengan kualitas nomor satu

  18. Pengawas proyek membiarkan anak buahnya curang
  19. Rekanan TNI/Polri curang
  20. Pengawas Rekanan TNI/Polri membiarkan kecurangan
  21. Penerima barang TNI/Polri membiarkan kecurangan
  22. Pegawai negri menyerobot tanah Negara hingga merugikan orang lain
  23. Pegawai negri mengikuti pengadaan yang mestinya dia urusi

    Misal Om kamu sebagai panitia pengadaan barang dan biasanya ditenderkan ke perusahaan-perusahaan lain. Ternyata Om kamu ini diam-diam ikut membuat perusahaan dan meloloskan perusahaannya menjadai pemenang tender. Om kamu itu melakukan korupsi namanya!

  24. Pegawai negri menerima gratifikasi dan tidak melapor KPK

    Bapak ente pejabat di sebuah instansi pemerintah, saat lebaran ada orang yang memberikan parsel/hadiah mewah. Kalau dalam waktu 30 hari bapak ente tidak melapor ke KPK, itu namanya korupsi!

Sumber:

Pahami Dulu, Baru Lawan.. buku panduan kamu buat ngelawan korupsi

(Sembari ikut meramaikan hari antikorupsi sedunia…)

Kalau ingin tahu lebih banyak buka saja:

KPK

Antikorupsi (ICW)

6 thoughts on ““Apa Sih Korupsi Itu?”

  1. nice info…

    ho oh… korupsi itu pun dilakuin sm org2 di bawah juga. semisal mengurangi timbangan, mencontek, beli skripsi, dll… jadi, semua level harus dibersihkan dari korupsi…

    benar2 penulis produktif… keep posting gan…

    • ho oh juga ri..
      mungkin itu korupsi versi kita-kita.. itu juga jalan menuju korupsi yang lebih besar..
      mudah2an dengan adanya kejadian2 baru2 ini bisa menyadarkan kita semua untuk menjauhi korupsi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s