Emak Ingin Naik Haji

Wah, sudah takbiran. Baru saja tadi sore menyempatkan nonton film “Emak Ingin Naik Haji” di bioskop. Yah sekalian merefresh dan mencari inspirasi. Cerita di film ini cukup menarik dengan mengambil tema berbeda dari film-film lainnya. Film yang diambil dari sebuah cerpen karya Asma Nadia ini bahkan mampu membuat penontonnya meneteskan air mata (tadi sempet terharu dan lihat ada penonton putri yang terlihat menangis). Padahal film ini hanya sekitar 1 jam saja namun cukup padat isi dan pesan-pesan yang ingin disampaikan.

Dikisahkan, Emak (Aty Kanser) adalah janda yang ditinggal mati suami dan anak sulungnya, berhasrat besar pergi beribadah haji. Kondisi ekonomi yang hanya bergantung pada penghasilan membuat kue apem dan pekerjaan Zen( yang menjual lukisan keliling, membuat impian itu jauh dari kenyataan. Namun, emak terus gigih menabung seperak demi seperak hingga sampai 5 juta rupiah, padahal biaya minimal adalah sekitar 30 juta.

Ceritanya cukup unik, bagi anda yang pernah menonton film Babel (yang dipenakan Brad Pitt) berisi banyak tokoh dan cerita namun akhirnya saling berhubungan. Sang Emak yang dengan segala kekurangan dan keikhlasannya mencoba agar dapat memenuhi panggilan haji, Keluarga Pak Sa’un  juragan yang telah berkali-kali naik haji dan anaknya yang cuma ingin naik haji bersama artis, dan Pak Joko yang ingin naik haji karena akan ingin memperoleh gelar haji agar dapat memenangkan pilkada.

Menurut saya film ini memiliki kelebihan pada isi ceritanya. Peran Emak dan anaknya benar-benar menyentuh. Tema yang dibawa juga unik, dan benar-benar merakyat. Cerita-cerita seperti ini sebenarnya tidaklah sulit ditemukan disekitar kita. banyak orang-orang tua yang miskin/sederhana punya cita-cita ingin naik haji, ada juga orang-orang kaya yang berkali-kali naik haji, lalu ada pula karena niatan karena ingin dilihat orang lain plus karena jabatan. Menurut saya, film-film bergenre “kisah rakyat” akan menjadi tontonan paling menarik untuk tahun-tahun ini.

Kira-kira ada cerpen lain yang bagus tidak ya?? mungkin bisa dijadikan film lagi. Cerpen “Ketika Mas Gagah Pergi“-nya mbak Helvi Tiana Rosa dulu katanya pernah dibuat filmnya tapi gak tahu kabarnya. Padahal Cerpen itu menginspirasi saya. Hehe..

2 thoughts on “Emak Ingin Naik Haji

  1. good, kapan2 nonton lagi kita ya…
    btw bukannya KMGP udah di filmin ya? pernah liat poster launching shooting perdananya di majalah 2005 tapi belum liat filmnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s