“V For Vendetta” Sebuah Komik Perlawanan

Sebuah buku komik serius berjudul “V for Vendetta” karya Alan Moore dan David Llyod cukup menarik bagi saya setelah membacanya. Menceritakan tentang seorang teroris berinisial V yang selalu dikejar-kejar oleh pemerintahan tirani “Fasis Inggris”. Ah, mungkin anda bisa saja tidak setuju bila V ditempatkan sebagai teroris, semua tergantung sudut pandang kita.

Negara Inggris di suatu masa dikuasai oleh kaum Fasis setelah negara itu mengalami bencana besar, mereka membuat peraturan yang sangat mengikat masyarakat Inggris. Bahkan hidup mereka selalu diawasi oleh “takdir” pemerintahan fasis ini. Kaum-kaum minoritas (kulit hitam dan campuran, homoseksual, lesbian) telah dibantai dan dibersihkan dari tanah Inggris, mirip sekali dengan kisah Nazi Jerman.

Continue reading

Bandung Jaman Baheula

Dari beberapa hari lalu saya penasaran ada gambar apa di tiang penyangga flyover Pasopati Bandun. Ternyata ada gambar-gambar foto bandung tempo dulu yang dipajang. Gambar-gambar ini ternyata termasuk bagian dari festival Helarfest Bandung 2009. Iseng-iseng setelah Jum’atan saya mencoba menyempatkan diri melihat-lihat sambil mengambil gambar/fotonya. Berikut gambar-gambarnya:

Sisi Selatan Jalan Braga Lama (1911)

Sisi Selatan Jalan Braga Lama (1911)

Perempatan Jalan Riau & A. Yani (1920)

Perempatan Jalan Riau & A. Yani (1920)

Continue reading

Emak Ingin Naik Haji

Wah, sudah takbiran. Baru saja tadi sore menyempatkan nonton film “Emak Ingin Naik Haji” di bioskop. Yah sekalian merefresh dan mencari inspirasi. Cerita di film ini cukup menarik dengan mengambil tema berbeda dari film-film lainnya. Film yang diambil dari sebuah cerpen karya Asma Nadia ini bahkan mampu membuat penontonnya meneteskan air mata (tadi sempet terharu dan lihat ada penonton putri yang terlihat menangis). Padahal film ini hanya sekitar 1 jam saja namun cukup padat isi dan pesan-pesan yang ingin disampaikan.

Dikisahkan, Emak (Aty Kanser) adalah janda yang ditinggal mati suami dan anak sulungnya, berhasrat besar pergi beribadah haji. Kondisi ekonomi yang hanya bergantung pada penghasilan membuat kue apem dan pekerjaan Zen( yang menjual lukisan keliling, membuat impian itu jauh dari kenyataan. Namun, emak terus gigih menabung seperak demi seperak hingga sampai 5 juta rupiah, padahal biaya minimal adalah sekitar 30 juta.

Continue reading

Prof. Dr. Akhmaloka Akhirnya Terpilih Menjadi Rektor ITB 2010-2014

Akhirnya, rektor ITB yang baru untuk masa jabatan 2010-2014 telah terpilih. Beliau adalah Prof. Dr. Akhmaloka, yang saat ini juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan IPA ITB. Beliau berhasil mengungguli dua calon lain yaitu Wakil Rektor Senior Bidang Akademik dan dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Adang Surahman, dan Ketua Dewan Pembina Klub Guru Indonesia serta dosen Fakultas Teknik Sipil Lingkungan ITB Indra Djati Sidi.

Proses pemilihan rektor ITB ini pada mulanya diikuti oleh 22 calon, kemudian dipilih 10, lalu, 3, dan akhirnya 1. Banyak calon yang bertumbangan di tengah jalan sebelum akhirnya dihasilkan 3 finalis. Terpilihnya Akhmaloka sebagai rektor ITB periode 2010-2014, Senin (23/11) malam sempat mengejutkan karena salah satu calon yang belum bergelar profesor saat mencalonkan diri. Namun, pengumuman resmi yang dirilis Majelis Wali Amanat (MWA) ITB menyebutnya Prof. Dr. Akhmaloka. Ia memang baru saja mendapat gelar tersebut beberapa hari sebelum pemilihan. Akhmaloka menerima gelar profesor pada 19 November 2009.

Continue reading